Dampak Dari Proses terhadap Residu Pestisida pada Komoditas Pangan

 

Dampak residu pestisida – penggunaan pestisida saat ini tidak dapat dihindari lagi karena tuntutan kebutuhan dalam menjaga dan melindungi kualitas komoditas pertanian dari serangan hama.

Penggunaan pestisida yang diberikan dengan cara menyemprotkan pada tanaman atau komoditas pangan akan meninggalkan sisa zat atau biasa dikenal dengan sebutan residu pestisida. Residu pestisida dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia maupun makhluk hidup lain seperti hewan yang mengkonsumsinya.

Bahaya pestisida

Pestisida memiliki kandungan bahan aktif didalamnya yang bertujuan untuk mematikan organisme yang merugikan atau merusak tanaman yang diserangnya. Bahan aktif di dalam pestisida seperti sulfur merupakan salah satu contoh bahan aktif yang berfungsi untuk mengontrol populasi hama pada komoditas pertanian seperti kutu.

Pestisida mengandung bahan aktif berbahaya yang bersifat toksik bagi kesehatan yaitu dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT) yang sering dijumpai pada insektisida (pestisida untuk membasmi serangga).

Penggunaan pestisida telah menimbulkan kesadaran yang cukup serius akan dampak residu pestisida terhadap lingkungan dan juga kesehatan manusia yang terkontaminasi.

Toksisitas pestisida

Dampak residu pestisida yang paling mengerikan adalah kematian akibat paparan terhadap pestisida dalam jumlah yang berlebih.

Setiap tahun, ribuan petani khususnya yang berasal dari negara berkembang telah terkena dampak akibat paparan dari pestisida ketika digunakan selama berada di lahan.

Food and Agricultural Organization (FAO) mengestimasikan bahwa sejumlah tiga juta orang telah teracuni dan 200.000 diantaranya mengalami kematian akibat racun pestisida setiap tahunnya.

Selain itu, terdapat sebuah penelitian yang menemukan dampak residu pestisida terhadap kelainan imunitas diantara hewan pada saat terekspos oleh pestisida.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi air tanah yang telah terkontaminasi oleh pestisida pada tingkat yang rendah dapat mengalami penurunan respons imunitas secara signifikan tanpa menunjukkan gejala kesehatan.

Residu pestisida pada buah-buahan dan sayuran mentah

Pestisida juga dapat meracuni manusia melalui buah-buahan dan sayuran mentah yang dikonsumsinya. Sudah banyak informasi yang memberitahukan tentang adanya dampak residu pestisida pada komoditas pangan segar yang masih mentah dan belum diproses untuk membersihkannya dari residu pestisida yang tertinggal di permukaannya.

Bahan aktif pestisida seperti organoklorin, organofosfat, dan piretroid merupakan sampel yang sering dijumpai pada sampel buah dan sayur.

Sampel buah-buahan dan sayuran yang dikatakan aman dari kontaminasi pestisida adalah pada saat kadar pestisida di dalamnya berada pada batas residu maksimum di bawah dari persyaratan jumlah maksimum residu pestisida yang ditentukan oleh FAO dan WHO.

Dampak dari proses pengolahan terhadap residu pestisida

Dampak residu pestisida juga dipengaruhi oleh proses pengolahan komoditas pangan seperti pencucian, pengupasan, dan pemasakan.

Pencucian

Dampak residu pestisida dapat diminimalkan dengan melakukan proses pencucian permukaan buah-buahan dan sayuran yang telah dibeli dari pasar atau supermarket.

Pencucian permukaan sayuran dan buah-buahan dapat meminimalkan residu yang tersisa pada jaringan sayuran dan buah-buahan yang berpotensi terkontaminasi oleh pestisida.

Pencucian dengan air panas dan blansing lebih efektif daripada pencucian dengan menggunakan air dingin dan keefektifannya mungkin lebih baik dibandingkan dengan deterjen.

Blansing dapat membersihkan sekitar 82% dari residu pestisida pada bunga kol dibandingkan dengan pencucian biasa.

Pengupasan, penggilingan, dan pengulitan

Proses pengupasan, penggilingan, dan pengulitan dapat meminimalkan dampak residu pestisida yang ada pada komoditas pangan.

Umumnya, residu pestisida hanya berada pada bagian permukaan komoditas pangan saja dan tidak dapat berpenetrasi lebih jauh lagi ke bagian dalam jaringan tanaman. Sehingga, untuk menghilangkan residu pestisida, cukup dilakukan proses seperti pengupasan, penggilingan, dan pengulitan yang bertujuan untuk memisahkan bagian luar tanaman yang terkontaminasi oleh residu pestisida tersebut.

Pemasakan dan pengalengan

Proses pemasakan dan pengalengan makanan melibatkan temperatur, derajat kelembaban, dan sistem tertutup maupun terbuka yang sangat penting terhadap kuantitas dari residu pestisida yang dapat meminimalkan dampak residu pestisida yang dihasilkan.

Laju degradasi dan volatilisasi residu pestisida mengalami peningkatan oleh adanya panas yang digunakan dalam proses pemasakan dan pasteurisasi. Sebagai contohnya, dalam sebuah studi ditemukan bahwa proses pemasakan di bawah kondisi terbuka menghasilkan penurunan kadar pestisida hingga 98% oleh adanya proses volatilisasi.